Beranda / Artikel / Saat Lebaran Gas Melon Langka, Asep Nurjaman: Alarm Keras bagi Pemda Garut!

Saat Lebaran Gas Melon Langka, Asep Nurjaman: Alarm Keras bagi Pemda Garut!

solusirakyat.id- Kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” kembali terjadi saat momentum Lebaran. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat di berbagai wilayah karena sulitnya mendapatkan gas bersubsidi, bahkan jika tersedia harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Fenomena ini dinilai sebagai masalah klasik yang terus berulang setiap tahun, khususnya saat hari besar keagamaan. Aktivis Pendiri Forum Pemuda Peduli Garut , Asep Nurjaman, S.Pd, M.M menyebut situasi tersebut sebagai alarm keras bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Garut.

“Setiap Lebaran selalu terjadi kelangkaan gas melon. Ini bukan hal baru, tapi terus berulang. Artinya Pemda belum memiliki langkah antisipatif yang efektif,” tegasnya.

Menurutnya, lonjakan kebutuhan gas LPG 3 kg saat Lebaran seharusnya sudah dapat diprediksi sejak awal. Oleh karena itu, Pemda Garut dinilai harus lebih serius dalam merencanakan distribusi dan memperkuat pengawasan di lapangan.

Ia menyoroti bahwa lemahnya pengawasan membuka celah terjadinya berbagai penyimpangan, mulai dari distribusi tidak tepat sasaran hingga dugaan penimbunan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Lebih lanjut, Asep Nurjaman mendesak Pemda Garut untuk segera mengambil langkah konkret, di antaranya:

Memastikan ketersediaan stok gas LPG 3 kg sebelum dan selama Lebaran.

Memperketat pengawasan distribusi dari agen hingga pangkalan.

Melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mencegah penimbunan.

Menindak tegas pelaku penyimpangan sesuai aturan yang berlaku.

Berkoordinasi aktif dengan pihak distributor dan Pertamina.

Selain itu, aparat penegak hukum juga diminta tidak tinggal diam. Dugaan adanya praktik penimbunan dan permainan harga harus segera diusut tuntas agar tidak terus merugikan masyarakat kecil.

“Kalau dibiarkan, ini akan terus jadi siklus tahunan. Masyarakat yang jadi korban. Negara harus hadir, Pemda tidak boleh lemah dalam pengawasan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat menengah ke bawah. Oleh karena itu, distribusinya harus tepat sasaran dan tidak boleh dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan pribadi.

Kelangkaan gas melon saat Lebaran ini menjadi peringatan serius bagi Pemda Garut untuk segera berbenah. Tanpa langkah nyata dan terukur, persoalan yang sama akan terus terulang setiap tahun, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah pun bisa semakin menurun.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *