Daerah  

PKBM Al Ihsan Disorot, 15 Hari Proyek Tanpa Papan Informasi

Solusirakyat.id- Pembangunan di PKBM Al Ihsan yang berlokasi di Kampung Asam RT 04/RW 02, Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, menjadi sorotan. Hingga Kamis (24/9/2026), pekerjaan disebut telah berjalan sekitar 15 hari, namun papan informasi proyek belum terlihat di lokasi.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pembangunan tersebut disebut-sebut sebagai pembangunan revitalisasi (revit). Namun, tanpa adanya papan informasi proyek, masyarakat menjadi kesulitan mengetahui secara terbuka sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, maupun jangka waktu pembangunan.

Pantauan di lokasi menunjukkan pekerjaan konstruksi masih berlangsung. Sejumlah material tampak berada di area pembangunan, termasuk hebel, besi tulangan, material pasir/agregat, serta kayu yang digunakan sebagai bekisting dan penyangga.

Selain persoalan keterbukaan informasi, jenis dan spesifikasi material yang digunakan juga menjadi pertanyaan. Informasi di lapangan menyebutkan terdapat penggunaan besi ukuran 6 dan 8 serta pasir yang disebut sebagai pasir teras. Namun, hal tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pengelola maupun pelaksana pekerjaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.

Upaya konfirmasi kepada Kepala PKBM Al Ihsan, Dadang, belum membuahkan hasil. Saat hendak dikonfirmasi, seorang pekerja di lokasi mengatakan bahwa Dadang sedang berada di Bandung.

“Pak Dadang sedang ke Bandung,” ujar pekerja tersebut.

Kondisi ini membuat pertanyaan mengenai pembangunan semakin membutuhkan penjelasan terbuka. Terlebih, proyek yang berkaitan dengan sarana pendidikan semestinya dapat diketahui secara jelas oleh masyarakat, terutama terkait sumber dana, nilai pekerjaan, pelaksana, spesifikasi teknis, dan target penyelesaian.

Sementara itu, pihak PKBM Al Ihsan maupun pelaksana pembangunan belum memberikan keterangan resmi mengenai status proyek, apakah benar merupakan program revitalisasi, termasuk alasan papan informasi proyek belum terlihat setelah pekerjaan berjalan sekitar 15 hari.

Konfirmasi dari pihak terkait tetap terbuka untuk memberikan penjelasan sekaligus memastikan informasi mengenai pembangunan tersebut tersaji secara akurat dan berimbang.

(Rudi Sanjaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *