Solusirakyat.id-Garut- Hampir dua bulan tidak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG), SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Desa Mekarmukti, mempertanyakan kejelasan penyaluran program tersebut.
Sejak 10 Agustus hingga 5 Oktober 2026, pihak sekolah mengaku tidak lagi menerima distribusi MBG. Padahal, informasi hasil rapat pada 3 Agustus 2026 menyebut penyaluran MBG untuk wilayah Desa Mekarmukti, mulai PAUD, SD hingga SMP, tetap berlanjut.
Ironisnya, data dalam sistem yang ditunjukkan pihak sekolah masih mencantumkan SMPN Satap 1 Cibalong sebagai penerima MBG, dengan penyedia SPPG Garut Cibalong Karyasari 2. Bahkan, terdapat catatan menu pada 29 September 2026.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius: mengapa makanan tidak sampai ke sekolah, sementara data penerima masih tercatat?
Jika distribusi memang dihentikan, siapa yang mengambil keputusan dan mengapa data penerima belum diperbarui?
Sebaliknya, jika distribusi dinyatakan tetap berjalan, mengapa pihak sekolah mengaku hampir dua bulan tidak menerima MBG?
SPPG Karyasari 2 Diminta Jangan Diam.
Sorotan kini mengarah kepada SPPG Karyasari 2.
Pihak SPPG dinilai perlu menjelaskan secara terbuka mengenai status SMPN Satap 1 Cibalong, termasuk alasan penghentian distribusi sejak 10 Agustus 2026 dan dasar perubahan apabila memang terdapat kebijakan baru.
Persoalannya bukan sekadar soal makanan yang tidak diterima. Ada ketidaksesuaian antara kondisi di lapangan dengan data yang tercatat dalam sistem yang perlu dijelaskan kepada publik.
Camat Cibalong Ikut Dipertanyakan.
Persoalan ini juga telah dikonfirmasi kepada Camat Cibalong melalui WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan yang diterima.
Sebagai unsur pemerintahan di tingkat kecamatan, publik tentu berharap ada penjelasan mengenai apakah pihak kecamatan mengetahui persoalan distribusi MBG ke SMPN Satap 1 Cibalong.
Apalagi, persoalan tersebut menyangkut program pemerintah dan kebutuhan peserta didik.
Jika benar sekolah hampir dua bulan tidak menerima MBG, mengapa kondisi tersebut belum mendapat penjelasan yang terang?
Edi SPPI Juga Belum Memberikan Jawaban.
Konfirmasi sebelumnya juga telah disampaikan kepada Edi selaku SPPI melalui WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban resmi.
Diamnya pihak-pihak terkait justru membuat pertanyaan publik semakin besar.
Data masih mencatat. Sekolah mengaku tidak menerima. Rapat disebut menyatakan berlanjut. Lalu siapa yang bertanggung jawab menjelaskan perbedaan tersebut?
Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyaluran MBG, terutama ketika terdapat perbedaan antara data dan kondisi di lapangan.
Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi SPPG Karyasari 2, Camat Cibalong, SPPI, maupun pihak terkait lainnya.
Kini pertanyaannya sederhana: hampir dua bulan MBG tidak diterima sekolah, tetapi datanya masih tercatat sebagai penerima. Ada apa dengan penyaluran MBG di Cibalong?
(Red)












