Solusirakyat.id-Garut-Dugaan adanya ulat pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SDN 3 Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, mencuat setelah adanya laporan dari pihak sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026. Saat dikonfirmasi, seorang guru SDN 3 Tegalgede membenarkan adanya temuan tersebut.
“Ya, betul,” ujar guru tersebut saat dimintai keterangan mengenai dugaan adanya ulat pada makanan MBG.
Menurut keterangan pihak sekolah, terdapat dua porsi makanan yang diduga ditemukan terdapat ulat, masing-masing satu porsi milik seorang guru dan satu porsi milik seorang siswa.
Porsi makanan siswa yang diduga terdapat ulat merupakan milik Sahla, sedangkan porsi milik guru adalah Ibu Ani.
Pihak sekolah menyebut makanan tersebut disalurkan oleh SPPG Neglasari 2. Saat dikonfirmasi mengenai penanggung jawab SPPG, pihak sekolah menyebut Abdul Wahid sebagai Kepala SPPG Neglasari 2.
Dikonfirmasi secara terpisah, Abdul Wahid membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan langsung melakukan penanganan.
“Benar. Tadi saya langsung ke pihak sekolah setelah mendapat informasi tersebut. Kami langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Di SDN 3 Tegalgede terdapat sekitar 166 penerima manfaat. Setelah mendapat laporan, kami langsung menindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SPPG Neglasari 2 siap bertanggung jawab apabila temuan tersebut terbukti berasal dari makanan yang disalurkan.
“SPPG siap bertanggung jawab dan siap mengganti menu makanan yang bermasalah. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan persoalan tersebut telah kami tindak lanjuti,” kata Abdul Wahid.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti munculnya ulat pada menu MBG tersebut masih belum diketahui. Pihak SPPG menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan, pengemasan, dan distribusi makanan guna mencegah kejadian serupa terulang.
(Rudi Sanjaya)






