Cetak Quattrick Podium Garut Selatan! The Hésé Murag Kembali Menjuarai Gumilar Cup III 2026

(KARUHUN) Pameungpeuk— Kisah luar biasa akhirnya mencapai puncaknya. Pasangan veteran H. Iyuy/Yoga Subagja “The Hésé Murag” resmi menahbiskan diri sebagai juara Open Turnamen Bulutangkis Gumilar Cup III 2026 Kelas B setelah mengalahkan pasangan tangguh asal Cisompet, Arin/Ganjar, dengan skor meyakinkan 30-17 pada partai final yang berlangsung di GOR Desa Pameungpeuk, pada Sabtu, 13 Juni 2026 malam.

Kemenangan ini bukan sekadar gelar juara biasa.

Lebih dari itu, The Hésé Murag mencatatkan sejarah baru dengan meraih quattrick podium turnamen bergengsi Garut Selatan, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan status mereka sebagai salah satu pasangan paling sukses dan konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

*Tradisi Tertinggal yang Kembali Terjadi*

Seolah mengikuti skenario yang sudah berulang sepanjang turnamen, The Hésé Murag kembali memulai pertandingan dari posisi tertinggal.

Arin/Ganjar langsung tancap gas dan unggul 0-3 pada awal pertandingan. Namun seperti yang sering terjadi, pasangan asal Pameungpeuk itu tidak panik.

Mereka perlahan mengejar hingga menyamakan kedudukan dan membuat pertandingan berlangsung ketat dengan pola saling kejar angka.

Arin/Ganjar tampil berani dan disiplin. Beberapa kali serangan cepat mereka mampu menembus pertahanan The Hésé Murag sehingga set pertama berlangsung sengit hingga kedudukan 14-15 untuk keunggulan Arin/Ganjar.

*Pertahanan Besi Jadi Titik Balik*

Memasuki fase kedua pertandingan, wajah The Hésé Murag berubah total. Inilah momen yang kemudian menjadi pembeda.

Jika sebelumnya pertandingan berlangsung terbuka, kini H. Iyuy/Yoga mulai memainkan permainan yang menjadi ciri khas mereka: pertahanan rapat, sabar, dan menghukum lawan melalui serangan balik mematikan.

Arin/Ganjar yang sebelumnya mampu berkembang mulai kesulitan menemukan celah. Serangan demi serangan mereka berkali-kali kandas oleh pertahanan disiplin pasangan juara bertahan.

Bahkan beberapa kali smash-smash keras dan permainan cepat yang biasanya menjadi kekuatan pasangan Cisompet ini justru berbalik menjadi sumber poin bagi The Hésé Murag.

*Yoga Menutup Pintu Depan*

Pada laga final ini, peran Yoga Subagja sangat menonjol. Bermain di area depan, Yoga tampil luar biasa dalam membaca arah permainan.

Variasi netting yang halus, penempatan shuttlecock yang akurat, serta kecepatan eksekusi di depan net membuat Arin/Ganjar kehilangan banyak poin penting.

Beberapa kali bola tanggung langsung disambar tanpa memberi kesempatan lawan untuk mengatur ulang posisi.

Kemampuannya menutup ruang depan membuat pasangan Cisompet kehilangan banyak opsi serangan.

*H. Iyuy Bebas Bermanuver*

Ketika Yoga menguasai area depan, H. Iyuy mendapatkan ruang lebih luas untuk menjalankan perannya dari belakang. Pemain senior berusia 49 tahun itu kembali menunjukkan kualitasnya.

Bukan dengan smash keras yang menggelegar, melainkan melalui penempatan bola, perubahan tempo, dan pukulan-pukulan yang memaksa lawan berada dalam posisi sulit.

Kombinasi keduanya membuat permainan The Hésé Murag semakin sulit dibaca.

Arin/Ganjar yang sempat memberi perlawanan ketat akhirnya tidak mampu keluar dari tekanan.

*Dominasi Hingga Poin Penutup*

Setelah mengambil alih momentum, The Hésé Murag praktis mendominasi jalannya pertandingan. Poin demi poin terus bertambah. Sementara Arin/Ganjar terlihat semakin kesulitan mengembangkan permainan.

Dukungan penonton yang memadati GOR Desa Pameungpeuk semakin membakar semangat pasangan kebanggaan tuan rumah tersebut.

Akhirnya, setelah serangkaian jual beli serangan dan pertarungan strategi yang menarik, The Hésé Murag mengunci kemenangan dengan skor meyakinkan 30-17.

Tepuk tangan bergemuruh memenuhi arena. Sang juara bertahan kembali mempertahankan mahkotanya.

Usai pertandingan, Yoga Subagja mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama partnernya.

> “Alhamdulillah. Kami menjalani pertandingan demi pertandingan dengan penuh tanggung jawab. Banyak yang melihat hasil akhirnya, tapi di lapangan kami harus berjuang keras. Arin/Ganjar bermain bagus dan sempat menyulitkan kami di awal pertandingan,” ujar Yoga.

Menurutnya, kunci kemenangan berada pada kesabaran dan disiplin menjalankan strategi.

> “Kami tidak terpancing bermain cepat terus. Saat momentum datang, kami manfaatkan. H. Iyuy sangat luar biasa hari ini di belakang, sementara saya berusaha menutup area depan sebaik mungkin.”

Sementara itu H. Iyuy menilai gelar ini terasa spesial karena diraih di tengah persaingan yang semakin ketat.

> “Usia kami tidak muda lagi. Lawan-lawan sekarang lebih cepat dan lebih kuat. Karena itu kami harus mengandalkan pengalaman, kerja sama, dan kesabaran. Gelar ini hasil kerja keras bersama.”

*Catatan Sejarah The Hésé Murag*

Keberhasilan menjuarai Open Turnamen Gumilar Cup III 2026 semakin mengukuhkan pasangan H. Iyuy/Yoga Subagja sebagai salah satu pasangan paling konsisten di Garut Selatan.

Quattrick Podium Turnamen Bergengsi Garut Selatan

🏆 Paas Cup 2020 — Juara
🏆 Demicon Wings Cup 2025 — Juara
🏆 PLN Open 2025 — Juara
🏆 Super Gumilar Cup III 2026 — Juara

Prestasi Lainnya

🔹 8 Besar Gordes Cisompet Open 2024
🔹 Semifinal Super Gumilar Cup II 2024

*Tiga Fase Gugur, Tiga Kali Comeback*

Perjalanan menuju gelar juara tahun ini terasa semakin istimewa karena dipenuhi cerita kebangkitan yang luar biasa.

Perempat Final

– Tertinggal 1-14
– Menang 30-20 atas Adi Tower/Furkon

Semifinal

– Tertinggal 8-15
– Menang 30-27 atas Wildan/Rohwan

Final

– Tertinggal 0-3
– Menang 30-17 atas Arin/Ganjar

✍🏻 Tiga pertandingan fase gugur.
✍🏻 Tiga kali tertinggal.
✍🏻 Tiga kali bangkit.
✍🏻 Dan satu trofi juara.

Bagi para penggemar bulutangkis Garut Selatan, pencapaian tersebut semakin menguatkan filosofi yang melekat pada nama mereka.

> “Siga rék murag, tapi hésé muragna.”

_Kelihatannya akan jatuh, tetapi benar-benar sulit dijatuhkan_.

Di usia 42 tahun untuk Yoga Subagja dan 49 tahun untuk H. Iyuy, The Hésé Murag membuktikan bahwa pengalaman, chemistry, mental juara, dan kecintaan terhadap olahraga masih mampu bersaing di tengah gempuran pemain-pemain muda.

Mereka bukan hanya juara Super Gumilar Cup III 2026.

Mereka telah menjadi salah satu ikon bulutangkis Garut Selatan.

***
Gons Halmahera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *