Solusirakyat.id-Garut – Bantuan Program Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran 2024 dari Kementerian Pertanian yang berlokasi di Kampung Cihurang RT 003/RW 006, Desa Karyamukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, diduga tidak berjalan efektif. Fasilitas yang semestinya mendukung kebutuhan air bagi petani kini terlihat terbengkalai dan diduga tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada 6 Juli 2026, bangunan rumah pompa bercat hijau tampak kusam dan kurang terawat. Pintu besi terlihat berlubang, area sekitar dipenuhi daun kering, sementara bak penampungan air juga diduga tidak berfungsi optimal. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan pengelolaan bantuan setelah diserahterimakan.
Ketua Paguyuban Printis Seni Saung Simpay Kahuripan, Dede Otas, menyayangkan kondisi bantuan yang dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi petani.
“Program ini bagus, tapi setelah diserahkan tidak ada pendampingan dan perawatan. Sekarang malah mangkrak. Petani jadi tidak bisa pakai,” ujarnya.
Warga meminta Dinas Pertanian Kabupaten Garut bersama Kementerian Pertanian segera melakukan evaluasi terhadap program tersebut, termasuk memastikan penyebab fasilitas tidak berfungsi sehingga manfaat bantuan dapat kembali dirasakan masyarakat.
“Kami minta ditinjau ulang. Jangan sampai anggaran negara habis tapi hasilnya tidak bisa dipakai,” tambah Dede.
Media juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua UPT Pertanian Kecamatan Cibalong melalui aplikasi WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor yang bersangkutan dilaporkan tidak aktif sehingga belum diperoleh tanggapan maupun klarifikasi resmi.
Media tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Garut, UPT Pertanian Kecamatan Cibalong, maupun pihak Kementerian Pertanian untuk memberikan penjelasan atas kondisi bantuan tersebut.
(Sumber Dede Otas)
(Red)












