Berita  

Demi Akhiri Konflik, Warga Desak Pembentukan Ulang Yayasan MTs GUPPI Malintang

Solusirakyat.id-Mandailing Natal – Polemik kepengurusan Yayasan MTs GUPPI Malintang yang berlokasi di Desa Malintang, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, terus menjadi sorotan. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, wali murid, dan warga setempat mendesak agar dilakukan pembentukan ulang kepengurusan yayasan melalui musyawarah terbuka.

Mereka menilai pembentukan yayasan yang dilakukan sebelumnya tidak memenuhi prinsip transparansi dan diduga tidak sesuai prosedur. Bahkan, menurut sejumlah warga, legalitas yayasan tersebut berpotensi digugat melalui jalur hukum karena dianggap cacat secara administrasi maupun prosedural.

Salah seorang tokoh masyarakat bermarga Nasution menyebut rapat pembentukan yayasan sebelumnya tidak sah karena dilaksanakan secara tertutup.

“Kami menganggap rapat pembentukan yayasan sebelumnya tidak sah, cacat hukum, dan tidak prosedural karena digelar secara tertutup, penuh rekayasa, serta sarat kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya kepada wartawan.

Warga lainnya, bermarga Hasibuan, mengatakan berdasarkan akta hibah yang dimiliki masyarakat, tanah dan bangunan MTs GUPPI telah diwakafkan untuk kepentingan pendidikan masyarakat Malintang secara luas, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Sejak awal namanya adalah Yayasan GUPPI, yang berarti milik umat. Pengklaiman sepihak saat ini dinilai bertentangan dengan amanah wakaf. Kami meminta yayasan segera dirombak melalui forum terbuka yang representatif,” katanya.

Senada dengan itu, seorang wali murid bermarga Pulungan mengusulkan agar digelar musyawarah terbuka yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari Penjabat Kepala Desa, BPD, dewan guru, komite madrasah, wali murid, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan.

Menurutnya, forum tersebut menjadi solusi terbaik untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan sekaligus menghasilkan kepengurusan yayasan yang memiliki legitimasi hukum dan mendapat dukungan masyarakat.

Selain itu, warga juga menyoroti kekosongan kepemimpinan di MTs GUPPI Malintang setelah kepala madrasah sebelumnya, Amir Mahmud, mengundurkan diri lebih dari satu bulan lalu. Mereka berharap persoalan yayasan segera diselesaikan agar proses penunjukan kepala madrasah definitif dapat dilakukan menjelang tahun ajaran baru.

“Jangan tambahi lagi penderitaan warga yang merasa prihatin terhadap kondisi madrasah. Segera gelar rapat terbuka dan rombak total struktur yayasan demi kemaslahatan MTs GUPPI Malintang,” ujar salah seorang wali murid.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yayasan terkait tuntutan yang disampaikan masyarakat.

(Tim Liputan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *